Gudang Berita 77 - Setelah ledakan bom di Sarina, Jakarta, Polres Metro Tangerang Kota lakukan operasi yustisi pada penghuni kontrakan di Kota Tangerang. Operasi dikerjakan dengan menyisir satu persatu penghuni kontrakan yang sering jadikan tempat persembunyian pelaku teroris.
Lalu petugas mengecek kelengkapan jati diri mereka. Kasubag
Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Triyani menyampaikan, operasi yustisi
dikerjakan berdasar pada instruksi Kapolda Metro Jaya, Setelah momen ledakan
bom di Sarinah, Kamis (14/1) tempo hari.
" Instruksi
diteruskan oleh Kapolres dengan memerintahkan tiap-tiap Polsek mengadakan
operasi yustisi serta cipta keadaan. Tempat operasi ditetapkan sendiri oleh
Polsek. Telah berjalan mulai sejak tiga hari waktu lalu, " tuturnya,
Minggu (17/1).
Kapolsek Cipondoh Kompol Paryanto menyampaikan, pihaknya
mengadakan operasi yustisi pada Jumat (15/1) malam, di empat Kelurahan yakni,
Kelurahan Panunggangan, Kelurahan Panunggangan Utara, Kelurahan Panunggangan
Barat serta Kelurahan Kunciran Jaya.
" Dalam operasi
itu kita terjunkan 32 personel yang semasing 16 orang dari Polsek Cipondoh
serta 16 orang trantib Kecamatan, " katanya.
Menurut Paryanto, terkecuali mengecek jati diri beberapa
penghuni kontrakan serta kos-kosan, pihaknya juga memberi imbauan supaya mereka
melapor pada Ketua RT setempat bila ada penghuni baru atau saudara yang
bermalam dalam periode waktu yang lama. Begitu juga bila ada penghuni yang
mencurigakan.
" Hal semacam
ini kita kerjakan untuk menghadapi ada pelaku teroris yang sering tempati
kos-kosan serta kontrakan sebagai tempat persembunyian, " katanya.